Malam dingin dan sunyi.
Dalam temaram angin bernyanyi.
Membuka mata mengharap indah.
Menunggu langit di arah timur.
Teringat akan kenangan indah waktu itu.
Disaat kau datang menghampiriku.
Dengan senyum teduh yang menghangatkan.
Melupakan duniaku yang sedang kalut.
Aku selalu menunggumu.
Di sini, di depan rumahku.
Cahyamu yang kunanti.
Kehangatan yang kau beri.
Memang tak sering kita bertemu.
Tapi aku selalu setia menunggumu.
Demi membagi suka dukaku.
Karena memang kau yang selalu ada.
Tapi, kemana kau malam ini?
Aku tak melihatmu.
Tak kutemukan cahayamu.
Tak kulihat senyum hangatmu.
Aku merindukanmu, bulan.
Aku membutuhkanmu untuk mendengar.
Aku membutuhkanmu untuk melihat.
Aku membutuhkanmu untuk menghibur.
Temui aku malam ini.
Di depan rumahku, seperti waktu lalu.
Dan lihatlah aku menangis karena duniaku.
Serta dengarlah aku mengadu karena hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar